Coiled Tubing (CT) di Dunia Migas Industry

Coiled Tubing (CT) di Dunia Migas Industry - Halo, kembali bersama kami gensetmitsubishi.xyz - website yang menyediakan kumpulan informasi genset terbaik dan terlengkap., Pada kesempatan hari ini kami akan membahas seputar Coiled Tubing (CT) di Dunia Migas Industry, kami telah mempersiapkan berita ini dengan benar guna anda baca dan serap informasi didalamnya. semoga seluruh isi postingan berita Aplikasi dalam Coiled tubing, berita fungsi coiled tubing, berita kelebihan coiled tubing, yang kami posting ini bisa anda mengerti, selamat membaca.

Judul Berita : Coiled Tubing (CT) di Dunia Migas Industry
good link : Coiled Tubing (CT) di Dunia Migas Industry

Baca juga


Coiled Tubing (CT) di Dunia Migas Industry

 
 Sesuai namanya, Coiled Tubing (CT) adalah tubing (pipa) baja yg bisa digulung,
mirip benang/tali berukuran diameter dari 1 sampai 4.5 inci. Pada rig konvensional,
pipa/tubing/strings disambung atau diputus satu persatu memakai sambungan ulir.
Cara ini memakan waktu yg lebih lama, membutuhkan orang & peralatan yg lebih
banyak, resiko HSE yg lebih tinggi, dsb. yg ujung-ujungnya costnya lebih mahal.
Karena CT menggunakan tubing yg kontinyu, tidak perlu disambung-sambung, maka
kelemahan rig konvensional tadi bisa dihilangkan atau dikurangi. Dan yg lebih
penting, faktor safety akan jauh lebih baik.
Secara umum, kelebihan memakai CT:
  1. Safety
  2. Economic
  3. Operational
  4. Environmental
Aplikasi CT:
  1. Sarana pengantar fluida (semen, acid, brine, air, diesel, foam, gas nitrogen,
    sand, dsb.):
    1. Remedial/Squeeze cementing: penyemenan untuk memperbaiki sumur.
    2. Matrix stimulation: stimulasi produksi hidrokarbon memakai fluida acid.
    3. Wellbore fill removal: mengisi atau mengganti fluida dalam sumur.
    4. Well kick-off (nitrogen lifting): menstimulasi fluida formasi untuk
      berproduksi dgn cara mengisi sumur dgn fluida ringan (fluida bercampur
      gas nitrogen).
    5. Tubing/well clean-up (CoilCLEAN*): membersihkan tubing dan/atau sumur
      dari deposit scale, pasir, dsb.
    6. Gravel pack untuk sand-control: menggunakan CT untuk memompa pasir
      ke dalam sumur.
    Kelebihan memakai CT sbg pengantar fluida:
    1. Sirkulasi fluida secara kontinyu.
    2. Tubing yg dapat bebas bergerak naik-turun pada saat treatment. Ujung
      tubing dapat dipasang suatu alat khusus yg dapat bebas berputar 360o.
    3. Akurasi titik kedalaman untuk penempatan fluida di dalam sumur.
    4. Tidak perlu mengeluarkan completion atau productions strings dari dalam
      sumur.
  2. Coiled Tubing Drilling (CTD): pemboran sumur menggunakan CT.
  3. CT logging: logging memakai CT, sangat efisien untuk sumur yg high-angled
    atau horisontal.
  4. CT perforating: perforating memakai CT, sama dgn CT logging.
  5. CT fracturing (CoilFRAC*): fracturing memakai CT, efektif untuk multiple
    zone fracturing.
  6. REDACoil*: instalasi ESP (Electrical Submersible Pump) memakai CT.
  7. Korelasi kedalaman sumur (DepthLOG*).
  8. Lain-lain.
Spesifikasi material CT:
  1. Tahan terhadap H2S.
  2. Kuat menahan beban tarik & tekan, burst & collapse pressure.
  3. Resistan terhadap korosi & erosi.
  4. Harus liat (ductile) agar bisa digulung & bisa keluar-masuk "injector-head".
  5. Dapat dilas.
  6. Resistan tinggi terhadap fatigue.
  7. Punya nilai ekomonis, karena umurnya yg terbatas & harus diganti tiap
    periode tertentu.
Material yg paling mendekati spesifikasi tsb adalah baja karbon rendah (0.1-0.2%
C) dgn campuran unsur lainnya (Mn, P, S, Si, Cr, Cu, Ni, Zr, Cb). Bahan bakunya
berbentuk flat strip yg mempunyai panjang 3500ft (1060m). Proses pembuatannya:
  1. Untuk membuat CT dgn panjang lebih dari 3500ft, flat strip ini disambung
    dgn las (angled weld) terlebih dahulu.
  2. Flat strip ini lalu ditarik memasuki enam pasang forming roller yg secara
    gradual bentuknya berubah menjadi tubing/silinder.
  3. External bead akibat las kemudian dibuang dgn cara dipotong.
  4. Lalu proses annealing & cooling
  5. Selanjutnya proses sizing memakai milling agar ukurannya tepat seperti yg
    diinginkan.
  6. Inspeksi untuk mendeteksi defect, dilakukan elektronis secara otomatis.
  7. Heat treatment untuk menghilangkan segala macam tegangan akibat proses-proses
    sebelumnya. Juga untuk memberi hardness yg merata di seluruh bagian CT.
  8. Cooling & digulung.
  9. Pressure testing sebesar 80% dari internal yield value, minimal 15 menit.
  10. Terakhir CT ditiup dgn udara kering untuk mengurangi kelembaban di dalamnya.
    Lalu digudangkan untuk dikirim ke pemesan.

Sayang sekali, teknologi ini masih dimiliki oleh AS. Semua pabriknya berdomisili
di AS walaupun bahan baku flat strip umumnya didatangkan dari Jepang.
Di Indonesia CT sudah lama dipakai oleh berbagai operator E&P. Dari yg
simpel sekedar memompa air sampai yg canggih untuk mengebor sumur/CTD (BP-Arco,
Vico, TFE), gravel pack (Unocal) & CT Logging (Caltex).
Beberapa bed-time stories:
  1. Aplikasi CT:
    http://www.slb.com/Hub/index.cfm?id=id1805
    http://www.slb.com/Hub/index.cfm?id=id1381865
    http://www.slb.com/Hub/brochure/index.cfm?b=connect/production/HPCT&id=id8615
  2. Artikel CT:
    http://www.slb.com/Hub/Docs/connect/reference/oilfield_review/ors94/1094/pdf/p09_23.pdf
    http://www.slb.com/Hub/Docs/connect/reference/oilfield_review/ors92/0792/pdf/p45_51.pdf
  3. Asosiasi CT Internasional: 
    http://www.icota.com/
  4. Manufaktur CT: 
    http://www.precisio.com,
    http://www.hydrarig.com/

    http://www.qualitytubing.com/
Semoga dapat membantu, bahan dan foto diambil dari berbagai sumber.


Demikianlah Berita dari kami Coiled Tubing (CT) di Dunia Migas Industry

Sekianlah artikel Coiled Tubing (CT) di Dunia Migas Industry hari ini, semoga dapat memberi pengetahuan untuk anda semua. ok, sampai jumpa di artikel berikutnya. Terima Kasih

Anda saat ini sekarang membaca berita Coiled Tubing (CT) di Dunia Migas Industry dengan alamat link https://www.gensetmitsubishi.xyz/2019/04/coiled-tubing-ct-di-dunia-migas-industry.html

0 komentar:

Posting Komentar