KESELAMATAN, KEBIJAKAN, PERALATAN, DAN PROCEDURE PADA DUNIA OIL AND GAS INDUSTRY

KESELAMATAN, KEBIJAKAN, PERALATAN, DAN PROCEDURE PADA DUNIA OIL AND GAS INDUSTRY - Halo, kembali bersama kami gensetmitsubishi.xyz - website yang menyediakan kumpulan informasi genset terbaik dan terlengkap., Pada kesempatan hari ini kami akan membahas seputar KESELAMATAN, KEBIJAKAN, PERALATAN, DAN PROCEDURE PADA DUNIA OIL AND GAS INDUSTRY, kami telah mempersiapkan berita ini dengan benar guna anda baca dan serap informasi didalamnya. semoga seluruh isi postingan berita keselamatan kerja di oil and gas industry, berita prosedure keselamatan, yang kami posting ini bisa anda mengerti, selamat membaca.

Judul Berita : KESELAMATAN, KEBIJAKAN, PERALATAN, DAN PROCEDURE PADA DUNIA OIL AND GAS INDUSTRY
good link : KESELAMATAN, KEBIJAKAN, PERALATAN, DAN PROCEDURE PADA DUNIA OIL AND GAS INDUSTRY

Baca juga


KESELAMATAN, KEBIJAKAN, PERALATAN, DAN PROCEDURE PADA DUNIA OIL AND GAS INDUSTRY


 Hallo teman - teman semua, kita ketemu lagi dengan tulisan - tulisan dhevils mechanic. Kali ini ingin dhevils share tentang peraturan - peraturan yang ada di OIL and Gas Industry. dan hal ini dhevils rangkum dari beberapa peraturan keselamatan yang ada pada Pompa terutama pada pompa Reciprocating.

Peraturan Perusahaan tentang Merokok (Smoking Police)

PROSEDUR

  1. Daerah “Diperbolehkan Merokok” pada lokasi kerja.
  2. Merokok hanya diizinkan pada daerah “Diperbolehkan Merokok” saja.
  Personal Protection Equipment (PPE)

PROSEDUR

Berikut adalah perlengkapan minimum yang harus digunakan oleh personel selama berada/bekerja dipalapangan :

  1. Pakaian kerja (celana panjang, baju berlengan)
  2. Sepatu keselamatan yang memenuhi syarat.
  3. Topi keselamatan (tidak boleh diubah bentuknya, seperti dilobangi, dicat, dietsa, diukir)

CATATAN: Tambahan PPE seperti plidung mata, telinga, dan pernafasan (respiratory) di perlukan, tergantung pada penugasan atau lokasi kerja.

Pelindung Mata yang aman.

PROSEDUR

  1. Perlindungan mata adalah suatu keharusan (mandatory) ketika memasuki atau bekerja dalam lokasi dimana potensi kerusakan mata dapat terjadi.
  2. Kaca mata pelindung mesti digunakan saat melakukan peerjaan memukul, menggerinda, berhubungan dengan bahan kimia, dan menggantikan choke pada wellhead.
  3. Karyawan yang menggunakan kacamata resep (prescription eye glasses), diharuskan menggunakan kacamata pelindung ber-resep yang sesuai selama bekerja dikalapangan.
  4. Saat menggunakan gerinda, semua muka dilindungi dan kaca mata pelindung dipakai.
  5. Apabila memakai lensa kontak, pakailah goggles atau kaca pelindung dengan pengaman di sisi (side shielding).
 Pelindung Telinga (Pendengaran)

PROSEDUR

  1. Perlindungan tipe Earmuff dan penutup telinga sekali pakai.
  2. Jelasakan bahwa memakai pelindung telinga adalah keharusan (mandatory) dalam area yang tingkat kebisingan tinggi atau jika karyawan mengalami gangguan pendengara.

Pelindung Pernafasan yang aman.

PROSEDUR

  1. Pelatihan tentang perlindungan pernafasan akan diberikan sebelum bekerja di area dimana karyawan dapat terkena gas/uap beracun, dan kekurangan oksigen.
  2. Respirator akan dipelihara dan diindpeksi berdasarkan Program Perlindungan Pernafasan dari perusahaan.
 Penggunaan Safety Swower (Eye Wash Station)..

PROSEDUR
  1. Safety shower/eye wash station dan penggunaannya.
  2. Bila daerah mata dan/atau wajah yang terkena:
a.    Buka keran safety shower (Tekan keran atau pedal kaki)
b.    Letakkan wajah di atas keran.
c.    Mata tetap terbuka (bila mata yang terkena).
d.    Bilas selama 15 menit.
  1. Bila daerah badan yang terkena:
a.    Tanggalkan semua pakaian yang tercemar oleh pemasang bakteri, pelarut paraffin, dlsb.
b.    Aktifkan pancuran atas (tarik tangkai pmbuka atau tekan pedal kaki)
c.    Tempatkan bagian badan yang akan dicuci dibawah shower.
d.    Siram/bilas selama 15 menit.


Tanggung Jawab Karyawanbila terjadi kecelakaan dan / atau luka-luka (cedera)

PROSEDUR

Karyawan harus segera melaporkan semua kecelakan dan/atau cedera kepada atasannya. Semua kecelakaan harus dilaporkan, tanpa memandang keparahaannya.
CATATAN: Tanggung jawab pertama karyawan adalah menolong yang cedera, kemudian melaporkan ke atasan (Team Leader). Selalu buat laporan setiap ada kecelakaan/cedera sesegera mungkin.

Tanggung Jawab Karyawanbila menemuka kondisi atau tindakan yang tidak selamat.

PROSEDUR

Karyawan akan memperbaiki dan/atau melaporkan kepada atasannya secara lisan atau tertulis, setiap menemukan kondisi atau tindakan yang berbahaya atau tidak selamat.


Kebijakan Prusahaan tentang Obat-obatan ; Alkohol ; dan Senjata.

PROSEDUR

  1. Tidak diizinkan membawa obat-obat terlarang, minuman yang memabukkan, kembang api dan senjata ke kantor atau ke lokasi kerja
  2. Tidak seorangpun yang berada dibawah pengaruh obat, obat perangsang, atau alcohol diizinkan berada pada daerah kerja perusahaan.
  3. Obat-obat resep yang dibawa ke fasilitas milik perusahaan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a.    Resep tersebut memang sedang dipakai (tidak lebih dari satu tahun).
b.    Obat resep harus diberi label yang bear pada pembungkusnya (harus mencantumkan nama karyawan).
c.    Obat-obatan yang dapat mengganggu penampilan kerja dan menimbulkan gangguan harus dilaporkan ke atasan.
  1. Setiap pelanggaran terhadap peraturan ini akan mendapatkan tindakan disipliner.
 
Peralatan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)

PROSEDUR

  1. Memeriksa perlengkapan PK yang telah disetujui oleh Medical Department.
  2. Memeriksa ini kotak apakah sesuai dengan yang ada pada daftar dibagian dalam tutup kotak P3K.
  3. Memastikan bahwa isi yang hilag/terpakai telah diganti.
  4. Mendokumentasikan (membuat catatan) pemeriksaan.

Fire Safety (Peralatan Pemadam Kebakaran)

Ø Pemeriksaan Selang Pemadam Kebakaran

PROSEDUR

  1. Memastikan gulungan (reel) diberi nomor secara benar.
  2. Pastikan keran suplai air tertutup.
  3. Pegang ujung pipa sembur (nozzle) hati-hati dengan kedua tangan dan periksa apakah nozzle terbuka atau tertutup. Jika nozzle nozzle tertutup, bukalah untuk melepaskan tekanan.
  4. Tarik selang dari gulungan (selang harus tertarik tanpa hambatan)
  5. Jika selang tidak tertarik lancer, temukan dan perbaiki masalah.
    1. Bearing pada kedua sisi real macet (lumasi atau ganti)
    2. Pemutar (swivel) suplai air macet (lumasi atau ganti)
  6. Periksa selang apakah ada kebocoran atau kerusakan (ganti jika perlu)
  7. Periksa kondisi nozzle (ganti jika perlu)
    1. Apakah berkarat
    2. Apakah tidak lancar dioperasikan (nozzle harus berfungsi lancar)
    3. Output (keluaran) mencapai 60 galon per mnit (GPM) sesuai dengan tanda “60” pada bagian tengah nozzle. Jika tanda tidak ada, tes aliran harus dilakukan. (Aliran kedalam bak besar untuk mentes GPM atau gunakan peralatan tes aliran yang benar).
  8. Tutup nozzle.
  9. Buka katup suplai air untuk tes tekanan terhadap selang.
  10. Buka nozzle untuk mengalirkan udara dari selang; tutup nozzle.
  11. Naikkan tekanan dan periksa kondisi selag (ganti jika diperlukan).
  12. Tutup katup suplai air.
  13. Gulung selang kembali ke reel.
  14. Buka nozzle untuk melepas tekanan dari selang.
 Tiga Klasifikasi Api,

Yang paling umun beserta bahan pemadamnya (Extinguishing Agent)

PROSEDUR

  1. Api kelas “A” terjadi pada bahan yang mudah terbakar seperti kayu, kain, dan kertas.

Bahan pemadam:

a.    Air
b.    Bahan kimia kering khusus (contoh: Foray)

  1. Api kelas “B” terjadi pada campuran uap dan udara diatas permukaan cairan yang mudah terbakar, sperti greaser, bensin, dan minyak pelumas.

Bahan pemadam:

a.    Halon
b.    Bahan kimia kering
c.    Foam (Busa)
d.    Carbon dioksida (CO2)
e.    Water fog (Kabut air)


  1. Api kelas “C” terjadi pada perlengkapan listrik. Untuk itu digunakan bahan pemadam api yang tidak menghantar arus listrik.

Bahan pemadam:

a.    Halon
b.    Bahan kimia kering
c.    Carbon dioksida (CO2)

Teknik Mengangkat yang Benar

PROSEDUR

  1. Lutut ditekuk
  2. Pungung tegak lurus
  3. Tempatkan beban sedekat mungkin ke badan.
  4. Renggangan kaki, tetapi tidak melebihi lebar bahu.
  5. Pegang beban erat-erat dan luruskan lutut (pungung tetap tegak dan lurus)
  6. Beban ditarik sedekat mungkin ke pinggang.

Alat Penampung Hidrokarbon.

PROSEDUR

  1. Ember plastic tidak digunakan untuk menampung hidrokarbon.
  2. Ember logam dengan gagang logam boleh digunakan. Gegang dari palstik atau kayu tidak dibolehkan karena ia menghambat pentahan (ground) ke keran. Pentahanan dalam hal ini sangat penting karena ia dapat melepaskan muatan listrik statis yang ada/terbangkitkan. Muatan listrik statis ini dapat menimbulkan percikan api.

Cara Penyimpanan Material dengan benar

Ø Yang mudah menyala (Flammable) dan mudah terbakar (Combustible)

PROSEDUR

  1. Kelas A – Material yang mudah terbakar, seperti kertas, kayu, atau kain lap, harus disimpan jauh dari sumber api. Jangan disimpan dalam ruangan generator.
  2. Kelas B – Material yang mudah terbakar dan mudah menyala, seperti kaleng aerosol, cat, atau hidrokarbon lainnya dalam kemasan kecil, disimpan dalam locker (lemari tertutup) atau tempat tertentu dengan label “Flammable Materials”.

Cara Penyimpanan yang benar

Ø Tabung Bertikanan (Pressure Cylinder)

PROSEDUR

  1. Tabung Oksigen harus disimpan ditempat teduh dengan pelindung valve terpasang dengan baik.
  2. Oksigen dan Hidrokarbon harus disimpan secara terpisah.
  3. Tabung Asetilen harus selalu dipakai dan disimpan dalam posisi tegak.
  4. Tabung Oksigen dan Asetilen harus disimpan terpisah dalam jarak 20 kaki. Jika disimpa bersama-sama, harus ada dindig pemisah dari logam setinggi 5 kaki, tebal ¼ inci, dan selebar rak penyimpan.

“Hot Work”

PROSEDUR

“Hot work”adalah pekerjaan yang menimbulkan sumber api, seperti
                    pengelasan/pemotongan, pemakaian alat-alat pneumatic.
CATATAN: Sebelum melaksanakan “hot work”, izin harus diperoleh terlebih
                      dahulu.
  
“Fire Watch” (Penjaga api)

PROSEDUR

  1. “Fire Watch” harus dikenal dengan rompimerah atau tanda-tanda lain yang mudah dikenal.
  2. “Fire Watch” tidak boleh mempunyai tugas lain.
  3. “Fire Watch” harus tetap terus berjaga-berjaga dengan portable gas detector.
  4. Sebelum melakukan hot work, “Fire Watch” harus mempersiapkan pralatan pemadam kebakaran. “Fire Watch” harus mengetahui bagaimana mengoperasikan/merawat, dan memastikan perlengkapan dapat dioperasikan.
  5. “Fire Watch” harus terus menerus mengamati pekerjaan yang sedang dikerjakan ataupun hal-hal lain yang berpotensi menimbulkan bahaya (hazardous).
  6. “Fire Watch” memastikan semua bahan yang mudah menyala/terbakar dan dapat menjalarkan api (seperti: kai lap, potongan kayu tali dan tumpahan minyak) dijauhkan dari area kerja.
  7. “Fire Watch” memeriksa sumber-sumber gas (seperti controller, drain, dan sump/kolam penampugan) dan melindunginya dari sumber api.
  8. “Fire Watch” tetap bekerja 30 menit setelah pekerjaan selesai untuk memastikan tidak ada lagi api yang timbul (fire hazard).
  
“Comfined Space”

PROSEDUR

  1. “Confined space” adalah keseluruhan area atau bagian dari peralatan yang tidak memiliki vetilasi yang memadai dan/atau dimana kekurangan oksigen bisa terjadi, dan/atau tempat kerja yang sulit dicapai dan/atau lubang masuk yang sempit yag mengakibatkan sulitnya melakukan tindakan penyelamatan jika tiba-tiba ada pekerja yang mengalami cedera/kecelakaan.
  2. Prosedur yang selamat adalah sebagai berikut:
a.    Pre-entry planning (Perencanaan sebelum masuk) – sebelum memasuki confined space, pekerja harus melihat kembali petunjuk tertentu agar selamat masuk dan selamat pula keluar bila terjadi keadaan darurat.
b.    Entry permit (Izin masuk) – izin memasuki confined space harus disiapkan sebelum masuk.
  
“Istilah-istilah keselamatan”

PROSEDUR

  1. Energy Isolating Device – alat mekanik secara fisik mencegah pemindahan atau pelepasan energi, antara lain:
    1. Circuit breaker yang dioperasikan secara manual.
    2. Pemutus arus listrik (disconnect switch).
    3. Switch yang digerakkan secara manual yang dapat memutuskan arus ke konduktor sebuah sirkuit dari konduktor suplai yang tidak digrounded.
    4. Line valve atau block valve, dan alat serupa untuk memblok atau mengisolasi energi.
  2. Lockout – memasang gembok atau alat pengunci sejenis disumber energi untuk mencegah orang mencoba menghidupkan peralatan sebelum pekerjaan selesai.
  3. Tagout – Memasang tag yang sesuai control switch atau valve dari peralatan (mesin) dan penggeraknya, untuk mengingatkan orang agar tida mencoba menghidupkan peralatan seelum pekerjaan selesai.
  4. Person Responsible – Orang yang bertanggung-jawab memimpin aktifitas dan mengatur urutan prosedur lockout/tagout.

Warna Tag dalam prosedur Tag-Out

PROSEDUR

  1. Dalam prosedur Tag-out, Tag diberi tanda warna untuk mengenali bidang pekerjaan :
    1. Biru (CP 21-344) untuk craft mechanical.
    2. Pink (CP 21-345) untuk craft electrical.
    3. Kuning (CP 21-346) untuk operator.

Yang boleh melepaskan Lock dan Tag

PROSEDUR

  1. Prosedur lockout/tagout digunakan untuk melindungi orang dari kejutan listrik, cedera akibat peralatan yang digerakkan oleh power (daya), atau akibat dari tekanan.
  2. Lock dan tag dapat dilepas oleh :
a.    Seseorang (dalam hal ini bisa seorang team leader) yag ditugasi melakukan pekerjaan tersebut akan melepas lock dan atau tack paling akhir.
b.    Lock dan tag harus dilepas oleh orang yang sama dengan saat pemasangan.


Lock-Out / Tag-Out

PROSEDUR

  1. Melakukan Lock-Out / Tag-Out pada main breaker dari prime mover (dalam hal ini: motor) sebagai berikut:
a.    Beritahu operator bahwa pekerjaan akan dilakukan.
b.    Dengan breaker diposisi OFF, pasang lock dan tag pada breaker.
c.    Pastikan ZES (=Zero Electrical State) dengan mencoba breaker ke posisi ON, kemudian di OFF lagi.
d.    Pastikan motor tidak hidup bila distart dengan switch (Hand – Off - Auto) pada posisi Hand.
e.    Lockout/tagout sumber energi lain yang menuju ke motor atau pompa.

  1. Melepaskan lock dan tag sebagai berikut:

a.    Setelah pekerjaan selesai, amati area untuk menyakinkan bahwa semua material, alat-alat, dan pengaman berada ditempatnya dengan baik.
b.    Beritahu operator bahwa pekerjaan selesai.
c.    Lepaskan lock dan tag dari breaker (Biarkan dalam posisi OFF).
d.    Lepaskan lock dan tag dari sumber energi lain yang menuju ke motor atau pompa.
e.    Posisikan breaker kembali ke posisi ON dan jalan kan pompa untuk memastikan segala sesuatunya bekerja dengan normal.

Demikianlah beberapa istilah keselamatan dalam dunia oil anda gas industry, semoga dapat bermanfaat. Ditunggu komentar dan diskusinya yaa.


Demikianlah Berita dari kami KESELAMATAN, KEBIJAKAN, PERALATAN, DAN PROCEDURE PADA DUNIA OIL AND GAS INDUSTRY

Sekianlah artikel KESELAMATAN, KEBIJAKAN, PERALATAN, DAN PROCEDURE PADA DUNIA OIL AND GAS INDUSTRY hari ini, semoga dapat memberi pengetahuan untuk anda semua. ok, sampai jumpa di artikel berikutnya. Terima Kasih

Anda saat ini sekarang membaca berita KESELAMATAN, KEBIJAKAN, PERALATAN, DAN PROCEDURE PADA DUNIA OIL AND GAS INDUSTRY dengan alamat link https://www.gensetmitsubishi.xyz/2019/07/keselamatan-kebijakan-peralatan-dan.html

0 komentar:

Posting Komentar