Alternator Pada Engine Industrial

Alternator Pada Engine Industrial - Halo, kembali bersama kami gensetmitsubishi.xyz - website yang menyediakan kumpulan informasi genset terbaik dan terlengkap., Pada kesempatan hari ini kami akan membahas seputar Alternator Pada Engine Industrial, kami telah mempersiapkan berita ini dengan benar guna anda baca dan serap informasi didalamnya. semoga seluruh isi postingan berita acesories engine, berita Alternator engine, berita bagian - bagian alternator, berita charging system, yang kami posting ini bisa anda mengerti, selamat membaca.

Judul Berita : Alternator Pada Engine Industrial
good link : Alternator Pada Engine Industrial

Baca juga


Alternator Pada Engine Industrial

 
 Rangkaian alternator Engine berfungsi sebagai pembangkit listrik untuk mengalirkan listrik ke aki. Tujuannya agar muatan daya pada aki tidak mudah habis saat digunakan menyuplai semua komponen mobil yang membutuhkan tenaga listrik. Tanpa adanya komponen alternator maka engine tidak akan lama beroperasi terutama untuk engine yang sudah memengunakan control electric..

Bca Juga :



Sebuah rangkain alternator engine memiliki sejumlah komponen utama dengan fungsi berbeda-beda tergantung manufacture dari alternator tersebut yang menyesueikan dengan kebutuhan daya pada engine tersebut. Berikut komponen-komponen pada alternator engine

Rotor. Berfungsi sebagai pembangkit medan magnet lalu mengubahnya menjadi tenaga listrik (yang termasuk bagian dari rotor antara lain: mur pengikat, pulley, fan, front housing, rotor coil, slip ring, dan bantalan)

Nut. Bagian ini berfungsi sebagai pengikat semua komponen di poros alternator


Lock Washer. Berfungsi sebagai pengunci posisi semua komponen pada poros alternator yang posisinya sudah ditentukan

Pulley. Dalam rangkaian alternator mobil, Pulley berfungsi sebagai tempat dudukan sabuk V-Belt dimana bagian ini terhubung langsung dengan pulley poros engkel mesin

Fan. Berfungsi sebagai pendingin kumparan rotor maupun stator, sewaktu alternator bekerja untuk proses pengisian

Fan Spacer. Sebagai pengatur jarak posisi dari kipas (fan)

Front Housing. Berfungsi sebagai penutup alternator bagian depan

Front Bearing. Berfungsi sebagai penyangga bagian depan Rotor

Stator. Berfungsi untuk memotong medan magnet lalu mengubahnya menjadi tenaga listrik (yang termasuk bagian dari stator antara lain: stator coil, diode, brush holder, brush, dan rear housing)

Retainer. Berfungsi menahan posisi front bearing supaya dudukannya tepat di front housing

Stop Ring.Berfungsi menghentikan batas yang tepat posisinyadari poros ring

PCB. Papan cetak untuk menempatkan diode positif maupun diode negatif

Diode Plates. Berfungsi untuk menyelaraskan arus listrik AC menjadi DC

Brushes. Berfungsi untuk mengalirkan arus lsitrik ke bagian slip ring pada poros rotor

Brush Retainer. Sebagai tempat dudukan brushes

Springs. Berfungsi mendorong brushes hingga batas minimal (aus)

Rear Housing. berfungsi untuk menahan poros belakang

Rear Bearing. Berfungsi menahan kedudukan poros belakang

Terminal Insulator. Berfungsi sebagai penyekat (isolasi) dari terminal-terminal pada alternator

Regulator. Berfungsi untuk memasukkan arus listrik ke kumparan rotor dengan putaran berubah-ubah.


Cara Kerja Rangkaian Alternator Engine
Jika kunci kontak diubah ke posisi ON maka arus listrik dari aki otomatis akan mengalir ke charging warming lamp, terminal (L) regulator. Titik kontak voltage relay, P1 & P0, dan ke masa bodi (E). Di waktu yang sama mengalir arus daya ke kumparan voltage regulator sehingga lampu tanda control menyala.

Masih di waktu yang sama, arus listik lain dari aki akan mengalir ke sikring, terminal IG regulator, titik kontak voltage regulator P3 & P4 kemudian mengalir ke terminal F alternator dan ke rotor coil. Aliran listrik yang masuk ke rotor coil menimbulkan Field Current (kemagnetan). Sampai disini belum ada proses pengisian.


Ketika rotor berputar sewaktu mobil menyala, maka akan menciptakan arus AC yang akan diubah menjadi arus DC oleh 6 diode. Secara otomatis tegangan ini berubah menjadi lebih besar di terminal B dan E. Tegangan yang keluar dari N stator coil menjadikan tenaga tarik kumparan di voltage relay bertambah besar pada saat titik P1 dan titik P2 saling berhubungan. Ketika lampu indikator mati menandakan sistem pengisian mulai bekerja.

Yang harus diperhatikan, hati-hati dalam memasang cable plus dan Negativer jangan samapi terbalik.

Demikianlah tulisan ini semoga dapat bermanfaat, ditunggu komentar dan diskusinya.yaa..


Demikianlah Berita dari kami Alternator Pada Engine Industrial

Sekianlah artikel Alternator Pada Engine Industrial hari ini, semoga dapat memberi pengetahuan untuk anda semua. ok, sampai jumpa di artikel berikutnya. Terima Kasih

Anda saat ini sekarang membaca berita Alternator Pada Engine Industrial dengan alamat link https://www.gensetmitsubishi.xyz/2020/01/alternator-pada-engine-industrial.html

0 komentar:

Posting Komentar